Rabu, 07 Oktober 2015

GENERASI

GENERASI INDONESIA


Generasi Indonesia layaknya sebuah emas bagi bangsa ini, Bangsa Indonesia
Generasi Muda Indonesia adalah penentu bagaimana Indonesia kedepannya.
Jika dilihat dari sekarang, apakah generasi Indonesia sudah layak jadi penentu masa depan cerah Indonesia?
Menurut saya pribadi, Generasi Indonesia belum layak hampi jauh dari kata layak. Kenapa? Karna kurangnya kesadaran dari diri kita.
Banyak warga Indonesia yang selalu mengeluh dengan apa yang terjadi di Indonesia tapi dia sendiri tidak mau kerja. 
Sebenarnya, Indonesia memiliki banyak pemuda yang cerdas dan berbakat. Tetapi tidak pernah di kembangkan, tidak pernah di perhatikan.
Lalu, kenapa budaya kita di Indonesia semakin punah?
Kenapa selalu mengikuti Perkembangan Teknologi Luar?
Kenapa Indonesia selalu ingin mengimpor barang dari luar?
Kenapa Indonesia tidak pernah menghargai Prestasi anak bangsa?
Kenapa semua ini terjadi pada Indonesia?
Padahal, Indonesia memiliki beranekaragam budaya, 746 bahasa daerah di Indonesia
tapi kenapa membangga-banggakan budaya luar?
Kenapa kita malu menggunakan baju adat sehari-hari? tapi tidak malu menggunakan baju impor luar negeri, bangga malahan.
Kenapa hanya Teknologi yang berkembang? kenapa orang Indonesia tidak bisa menstabilkan dengan teknologi? Haruskah kita dibodohi oleh teknologi?
Kenapa warga Indonesia marah jika budaya kita diambil dengan negara lain yang ingin melestarikan budaya kita? 
Kenapa di Indonesia KorupsiKoruptor dimana-mana? padahal, Banyak rakyat yang membutukannya.
Kenapa harus mengimpor? Padahal, kita memiliki kekayaan alam yang melimpah.
Kenapa negara kita miskin? Karna kita tidak pernah menghargai produk dalam negeri kita sendiri
Dan saya sebagai penerus bangsa Indonesia, saya berpikir
"Kenapa untuk di hargai didalam negeri sangat susah? Kenapa saya harus berhasil di negeri orang baru saya di hargai oleh negara saya sendiri? Kenapa warga Indonesia bangga dengan Pemuda luar negeri padahal kita juga punya pemuda yang lebih hebat yang harus di hargai. 
Pak, Bu percuma kami sekolah jika hanya mengejar nilai, percuma kita diberi ulangan, karna setelah ulangan kami akan melupakan semua materinya. Pak, Bu percuma banyak tugas. Tugas hanya membuat kami stress. Kami tidak butuh nilai, yang kami butuhkan adalah ILMU. Kenapa jika kami berprestasi di dalam negeri tidak di hargai? serta acara TV yang tidak pantas di tonton oleh anak-anak Indonesia"



"Indonesia mungkin akan merdeka 2 kali yaitu 
1. MERDEKA DARI PENJAJAHAN
2. MERDEKA DARI PENGARUH SINETRON YG TAK PANTAS DI TONTON!"
- Muhammad Iqbal-

"it is very true, because it would corrupt the minds of the next successor just because of the soap opera that teaches about violence and all that can damage the younger generation successor next"
- Ulan Azzahra- 
Pemikiran yang sangat bagus dan dapat dipertimbangkan karna penerus bangsa Sendiri yang berbicara.
Masih banyak Generasi muda Indonesia yang masih sulit mendapatkan pendidikan. Namun diabaikan.
"A small initiative can make a BIG IMPACT!" 
- Rahmat Hidayat M-
yah, orang Indonesia harus pikirkan apa yang harus dilakukan untuk melakukan hal kecil tapi dampak positifnya besar.
Saya juga senang karna di Indonesia masih memiliki Generasi yang berpikiran maju serta masih memiliki inisiatif.
Seperti, di tempat tinggal saya, yaitu Pangkep. Lahir sebuah organisasi yang ingin melihat penerus bangsa layak meneruskan mimpi-mimpi pahlawan Indonesia. Yaitu, Pangkep Intiative yang berinisitif untuk membagikan kebahagiaan ke sekolah-sekolah pedalaman. Pemerintah harus mengembangkannya jika ingin melihat Indonesia menjadi negara maju.

 "Orang Indonesia harus dipaksa, karna orang Indonesia tidak bisa di himbau"

 Kalimat tersebut menjadi inspirasi bagi saya jika ingin sukses. Lebih baik kita sendiri yang memaksa dirikita sendiri, Jangan tunggu untuk di paksa oleh orang lain.
Indonesia harus maju, kita punya hak untuk maju

Berikut sebagian Dokumentasi Kegiatan "Pangkep Initiative" :



photo by https://www.facebook.com/pangkepinitiative?fref=ts

Jumat, 17 April 2015

Gadis Kecil

TANGISAN MENDALAM 
GADIS KECIL

     









   Namaku Rifka aku seorang gadis kecil yang menginginkan kasih sayang dari orang tuaku tapi

entah mengapa aku selalu saja di abaikan, di marahi, di fitnah. Tak seorangpun bisa mengerti penderitaanku. Di kala malam yang sepi datang hatiku berkata:

"ibu bisakah aku memelukmu?" Tanya hatiku yang menangis..

lalu aku teringat sesosok Pahlawan yaitu Ayah, hatikupun berkata:

"Ayah, bisakah aku bercanta, tertawa denganmu? seperti teman-temanku lakukan bersama Ayahnya.."

  Malampun semakin cepat dan hatiku masih saja bertanya:

"Apa yang bisa buat mereka bahagia?"

Beberapa jawaban terlintas dipikiranku..

Jika aku membuatmu kesal... ambil pisau

Jika nyawaku membuatmu tidak bahagia.... tancapkan aku dengan pisau itu

Jika senyumku membawa luka untukmu... aku rela untuk tidak lagi tersenyum

Jika tawaku membuatmu sengsara... aku rela menangis sepanjang hidupku

  Inikah jalanku yang harus membuat kalian bahagia?..

Aku hanya iri dengan teman-temanku yang selalu bercanda bersama orang tuanya..

Aku hanya iri melihat teman-temanku yang selalu di beri semangat oleh orang tuanya..

  

  Hari mulai berlalu.. Masa kecilku telah lewat namun kepedihanku masih tetap dan akan selalu setia bersamaku.

Aku hanya heran kepada mereka orang tuaku.. Aku sangat terhina berada disini, sepertinya kehadiranku tak membawa kebahagiaan..

  Aku seperti malapetaka di keluargaku..

Jujur saja aku tidak kuat dengan semua ini. Namun, siapa yang peduli?

Aku hidup pasti semua serba salah.. Aku mencoba melakukan hal baik, pasti salah

Aku hanya ingin doa, kasih sayang, dan dukungan kalian.. Tapi kalian tidak pernah menyadari..

  Jika Allah swt. meletakkan ridho-Nya kepadamu, Ridhohilah aku dan jika aku jatuh semangatilah aku, tidak dengan cara kalian yang menginginkan aku menjadi seorang juara tapi doa kalian tidak menyertaiku.. dan saat aku kalah aku jadi tempat hinaan, caciaan kalian..

Kalian tidak tahu dan tidak pernah rasakan apa yang selama ini kulakukan untuk membahagiakan kalian..

 Kalian tidak mengetahui diriku yang sebenarnya.. Kalian tidak mengetahui tujuan hidupku yang sebanarnya.. Tujuanku bekerja keras, matimatian belajar hanya ingin sukses di masa yang akan datang untuk membahagian kalian.. Tapi apakah kalian menyadarinya? Apakah kalian tidak mengerti aku butuh kalian untuk menyaksikan perjuanganku?..

  Aku hanya seorang Gadis yang sudah besar tapi akan selalu jadi gadis kecil kalian..


"Sabda Alam merindukan TawaCanda Gadis kecil ini.. Namun, Gadis kecil dahulu yang periang tak pernah lagi menampakkan senyumnya"
by: Tri Nadia Asrini