Kamis, 07 April 2016

DUNIA NYATA

ANTARA ILMU DAN NILAI

 

Kenapa harus ada nilai? apalagi nilai Rapor.

Kenapa kita sekolah hanya mengejar NILAI? Padahal kita sekolah menuntut ILMU bukan menuntut NILAI. Kita hidup dizaman dimana Nilai bisa dibeli, hasilnya? Ilmunya ngga dapet hahaha.

Kerja tugas semata-mata hanya demi nilai, kalau sudah kepepet yahhh.. nyontek punya teman, Ilmunya? yah seadanya.

Ulangan semata-mata hanya demi Nilai, yah siswa juga pasti melakukan hal yang.. bisa dibilang "haram", seperti bikin contekan, buka buku sampai tukar jawaban sama temannya. Dan itu semua semata-mata hanya demi Nilai!.

Dan bodohnya saat orang-orang yang TIDAK merasakan apa yang siswa rasakan pada saat ulangan, yaitu pengawas bertanya "Kenapa kalian menyontek? padahal kalian punya soal sendiri? lebih baik nilai pas-pasan daripada nilai tinggi hasil nyontek!".

Pertanyaan yang sangat gampang daripada pertanyaan 1 tambah 1. jawabannya "Kenapa kami menyontek karna kalimat "lebih baik nilai pas-pasan daripada nilai tinggi hasil nyontek" hanya sebuah angan-angan semataKarna yang benar-benar terjadi ialah kami menyontek karna kenyataannya nilai dan peringkat lebih dihargai di masyarakat kita dibanding sebuah kejujuran.

Dan kami juga bukannya tidak belajar tapi kita tidak bisa semudah membalikkan tangan untuk menguasai 11 atau 12 mata pelajaran sekaligus, jangan salahkan kami jika kami fokus di satu mata pelajaran karna kami bukan robot kami manusia yang memiliki batas kemampuan.


“Hanya sebagian kecil Guru yang mengerti Siswanya dan menurut kami Guru yang mengerti keadaan siswanya adalah guru yang berpengalaman dan The real of Teacher.”
-Tri Nadia Asrini-