TANGISAN MENDALAM
GADIS KECIL
Namaku Rifka aku seorang gadis kecil yang menginginkan kasih sayang dari orang tuaku tapi
entah mengapa aku selalu saja di abaikan, di marahi, di fitnah. Tak seorangpun bisa mengerti penderitaanku. Di kala malam yang sepi datang hatiku berkata:
"ibu bisakah aku memelukmu?" Tanya hatiku yang menangis..
lalu aku teringat sesosok Pahlawan yaitu Ayah, hatikupun berkata:
"Ayah, bisakah aku bercanta, tertawa denganmu? seperti teman-temanku lakukan bersama Ayahnya.."
Malampun semakin cepat dan hatiku masih saja bertanya:
"Apa yang bisa buat mereka bahagia?"
Beberapa jawaban terlintas dipikiranku..
Jika aku membuatmu kesal... ambil pisau
Jika nyawaku membuatmu tidak bahagia.... tancapkan aku dengan pisau itu
Jika senyumku membawa luka untukmu... aku rela untuk tidak lagi tersenyum
Jika tawaku membuatmu sengsara... aku rela menangis sepanjang hidupku
Inikah jalanku yang harus membuat kalian bahagia?..
Aku hanya iri dengan teman-temanku yang selalu bercanda bersama orang tuanya..
Aku hanya iri melihat teman-temanku yang selalu di beri semangat oleh orang tuanya..
Hari mulai berlalu.. Masa kecilku telah lewat namun kepedihanku masih tetap dan akan selalu setia bersamaku.
Aku hanya heran kepada mereka orang tuaku.. Aku sangat terhina berada disini, sepertinya kehadiranku tak membawa kebahagiaan..
Aku seperti malapetaka di keluargaku..
Jujur saja aku tidak kuat dengan semua ini. Namun, siapa yang peduli?
Aku hidup pasti semua serba salah.. Aku mencoba melakukan hal baik, pasti salah
Aku hanya ingin doa, kasih sayang, dan dukungan kalian.. Tapi kalian tidak pernah menyadari..
Jika Allah swt. meletakkan ridho-Nya kepadamu, Ridhohilah aku dan jika aku jatuh semangatilah aku, tidak dengan cara kalian yang menginginkan aku menjadi seorang juara tapi doa kalian tidak menyertaiku.. dan saat aku kalah aku jadi tempat hinaan, caciaan kalian..
Kalian tidak tahu dan tidak pernah rasakan apa yang selama ini kulakukan untuk membahagiakan kalian..
Kalian tidak mengetahui diriku yang sebenarnya.. Kalian tidak mengetahui tujuan hidupku yang sebanarnya.. Tujuanku bekerja keras, matimatian belajar hanya ingin sukses di masa yang akan datang untuk membahagian kalian.. Tapi apakah kalian menyadarinya? Apakah kalian tidak mengerti aku butuh kalian untuk menyaksikan perjuanganku?..
Aku hanya seorang Gadis yang sudah besar tapi akan selalu jadi gadis kecil kalian..
by: Tri Nadia Asrini"Sabda Alam merindukan TawaCanda Gadis kecil ini.. Namun, Gadis kecil dahulu yang periang tak pernah lagi menampakkan senyumnya"
