ANTARA ILMU DAN NILAI
Kenapa harus ada nilai? apalagi nilai Rapor.
Kenapa kita sekolah hanya mengejar
NILAI? Padahal kita sekolah menuntut ILMU bukan menuntut NILAI. Kita hidup
dizaman dimana Nilai bisa dibeli, hasilnya? Ilmunya ngga dapet hahaha.
Kerja tugas semata-mata hanya demi
nilai, kalau sudah kepepet yahhh.. nyontek punya teman, Ilmunya? yah seadanya.
Ulangan semata-mata hanya demi
Nilai, yah siswa juga pasti melakukan hal yang.. bisa dibilang
"haram", seperti bikin contekan, buka buku sampai tukar jawaban sama
temannya. Dan itu semua semata-mata hanya demi Nilai!.
Dan bodohnya saat orang-orang
yang TIDAK merasakan apa yang siswa rasakan pada saat ulangan, yaitu pengawas
bertanya "Kenapa kalian menyontek? padahal kalian punya soal sendiri?
lebih baik nilai pas-pasan daripada nilai tinggi hasil nyontek!".
Pertanyaan yang sangat gampang daripada
pertanyaan 1 tambah 1. jawabannya "Kenapa kami menyontek karna
kalimat "lebih baik nilai pas-pasan daripada nilai tinggi hasil
nyontek" hanya sebuah angan-angan semata. Karna yang
benar-benar terjadi ialah kami menyontek karna kenyataannya nilai
dan peringkat lebih dihargai di masyarakat kita dibanding sebuah kejujuran.
Dan kami juga bukannya tidak
belajar tapi kita tidak bisa semudah membalikkan tangan untuk menguasai 11 atau
12 mata pelajaran sekaligus, jangan salahkan kami jika kami fokus di satu mata pelajaran
karna kami bukan robot kami manusia yang memiliki batas kemampuan.
“Hanya sebagian kecil Guru yang mengerti Siswanya dan
menurut kami Guru yang mengerti keadaan siswanya adalah guru yang berpengalaman
dan The real of Teacher.”
-Tri Nadia Asrini-
2 komentar:
Iyo di??heran tong ka
�� Nilai ancur nggk masalah.
Tapi usaha dulu. usaha dalam artian belajar, ��.Tidak belajr? tidak masalah yang penting ngerti materi
Posting Komentar